Senin, 17 Oktober 2016

PENTINGNYA KAMPANYE KESELAMATAN JALAN

 PENTINGNYA KAMPANYE KESELAMATAN JALAN

TUJUAN PEMBELAJARAN : 
a. Memahami dasar hukum program kampanye keselamatan jalan
b. Mengerti dan memahami tujuan dilakukannya kampanye keselamatan jalan.

A. DASAR HUKUM

  1. Keselamatn Jalan menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah suatu keadaan terhindarnya setiap orang dari risiko kecelakaan selama berlalu lintas yang disebabkan oleh manusia, Kendaraan, Jalan, dan/atau lingkungan.
  2. Pengertian sepeda motor menurut Undang-Undang No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Sepeda Motor adalah Kendaraan Bermotor beroda dua dengan atau tanpa rumah-rumah dan dengan atau tanpa kereta samping atau Kendaraan Bermotor beroda tiga tanpa rumah-rumah.
  3. Kewajiban menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pengendara sepeda motor diatur dalam Pasal 57 ayat (1) jo ayat (2) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (“UU No. 22/2009”) yang berbunyi : (1) Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan wajib dilengkapi dengan perlengkapan Kendaraan Bermotor.(2)Perlengkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi Sepeda Motor berupa helm standar nasional Indonesia.
  4. Pasal 106 ayat (8) UU No.22/2009.Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor dan Penumpang Sepeda Motor wajib mengenakan helm yang memenuhi standar nasional Indonesia.
  5. Pengendara motor baik pengemudi maupun penumpang diwajibkan menggunakan helm dengan standar nasional Indonesia. Apabila melanggar, ancaman atas pelanggaran tersebut diatur dalam Pasal 291 UU No. 22/2009 yang berbunyi :(1) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor tidak mengenakan helm standar nasional Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).(2) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor yang membiarkan penumpangnya tidak mengenakan helm sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).
  6. Helm dengan standar nasional Indonesia sesuai UU No. 22/1009 dapat diketahui dari adanya tanda SNI pada helm. Hal ini sesuai ketentuan Pasal 3 huruf b Peraturan Menteri Perindustrian No. 40/M-IND/PER/6/2008 Tahun 2008 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua Secara Wajib.
  7. Instruksi Presiden RI Nomor 4 Tahun 2013 tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan
  8. Pilar ke_4 PERILAKU PENGGUNA JALAN YANG BERKESELAMATAN , YG FOKUS PADA Penddikan formal keselamatan jalan  Kampanye keselamatan jalan
B. DEFINISI KAMPANYE
          Kampanye pada prinsipnya merupakan suatu proses kegiatan komunikasi individu atau kelompok yang dilakukan secara terlembaga dan bertujuan untuk menciptakan suatu efek atau dampak tertentu. Rogers dan Storey (1987) mendefinisikan kampanye sebagai “serangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan untuk menciptakan efek tertentu pada sejumlah besar khalayak yang dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu” (Venus, 2004:7).
          Beberapa ahli komunikasi mengakui bahwa definisi yang diberikan Rogers dan Storey adalah yang paling popular dan dapat diterima dikalangan ilmuwan komunikasi (Grossberg, 1998; Snyder, 2002; Klingemann & Rommele, 2002). Hal ini didasarkan kepada dua alasan. Pertama, definisi tersebut secara tegas menyatakan bahwa kampanye merupakan wujud tindakan komunikasi, dan alasan kedua adalah bahwa definisi tersebut dapat mencakup keseluruhan proses dan fenomena praktik kampanye yang terjadi dilapangan
          Definisi Rogersda Storey juga umumnya dirujuk oleh berbagai ahli dari disiplin ilmu yang berbeda seperti ilmu politik dan kesehatan masyarakat. Beberapa definisi lain yang sejalan dengan batasan yang disampaikan Rogers dan Storey diantaranya sebagai berikut :
Pfau dan Parrot (1993)
“A campaigns is conscious, sustained and incremental process designed to be implemented over a specified period of time for the purpose of influencing a specified audience” (Kampanye adalah suatu proses yang dirancang secara sadar, bertahap dan berkelanjutan yang dilaksanakan pada rentang waktu tertentu dengan tujuan mempengaruhi khalayak sasaran yang telah diterapkan).

Leslie B. Snyder (Gudykunst & Mody, 2002)
“A communication campaigns is an organized communication activity, directed at a particular audience, for a particular period of time, to achieve a particular goal” (Kampanye komunikasi adalah tindakan komunikasi yang terorganisasi yang diarahkan pada khalayak tertentu, pada periode waktu tertentu guna mencapai tujuan tertentu).

Rajasundarman (1981)
“A campaigns is acoordinated use of different methods of communication aimed at focusing attention on a particular problem and its solution over a period of time” (Kampanye dapat diartikan sebagai pemanfaatan berbagai metode komunikasi yang berbeda secara terkoordinasi dalam periode waktu tertentu yang ditujukan untuk mengarahkan khalayak pada masalah tertentu berikut pemecahannya).

          Merujuk pada definisi-definisi diatas, maka kita dapat melihat bahwa dalam setiap aktivitas kampanye komunikasi setidaknya mengandung empat hal, yaitu tindakan kampanye yang ditujukan untuk menciptakan efek atau dampak tertentu, jumlah khalayak sasaran yang besar, dipusatkan dalam kurun waktu tertentu, dan melalui serangkaian tindakan komunikasi yang terorganisir.
          Selain empat pokok ciri diatas, kampanye juga memiliki ciri atau karakteristik yang lainnya, yaitu sumber yang jelas, yang menjadi penggagas, perancang, penyampai sekaligus penanggung jawab suatu produk kampanye (campaign makers), sehingga setiap individu yang menerima pesan kampanye dapat mengidentifikasi bahkan mengevaluasi kredibilitas sumber pesan tersebut setiap saat.
          Selain itu pesan-pesan kampanye juga terbuka untuk didiskusikan, bahkan gagasan-gagasan pokok yang melatarbelakangi diselengarakannya kampanye juga terbuka untuk dikritisi. Keterbukaan seperti ini dimungkinkan karena gagasan dan tujuan kampanye pada dasarnya mengandung kebaikan untuk publik. Segala tindakan dalam kegiatan kampanye dilandasi olehprinsip persuasi, yaitu mengajak dn mendorong public untuk menerima atau melakukan sesuatu yang dianjurkan atas dasar kesukarelaan. Dengan demikian kampanye pada prinsipnya adalah contoh tindakan persuasi secara nyata. Dalam ungkapan Perloff (1993) dikatakan “Campaigns generally exemplify persuasion in action”. (Venus, 2004:7)
Jadi kampanye merupakan suatu kegiatan penyampaian pesan berupa informasi-informasi, ajakan dan sebagainya yang dilakukan kepada publik atau  masyarakat  umum. Selain itu kegiatan kampanye juga membutuhkan ketrampilan komunikasi sehingga pesan dapat disampaikan secara efektif dan efisien.

C. JENIS-JENIS KAMPANYE

  1. Product Oriented Campaigns : Kampanye yang berorientasi pada produk, umumnya terjadi di lingkungan bisnis, berorientasi komersial, seperti peluncuran produk baru. Contoh : Kampanye Bank BTN Go Public
  2. Candidate Oriented Campaigs : Kampanye yang berorientasi pada kandidat, umumnya dimotivasi karena hasrat untuk kepentingan politik. Contoh : kampanye pemilu.
  3. Ideologically or cause oriented Campaigns : Jenis kampanye yang berorientasi pada tujuan-tujuan yang bersifat khusus dan seringkali berdimensi sosial, atau Social Change Campaigns.


D. KAMPANYE KESELAMATAN JALAN
        Kampanye keselamatan jalan merupakan kegiatan penyampaian pesan yang terencana secara matang dan terorganisir yang isinya berupa informasi-informasi, ajakan, himbauan, peringatan dan sebagainya yang disampaikan kepada publik atau masyarakat umum secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan untuk meningkatkan keselamatan jalan.

E. KARAKTERISTIK KAMPANYE KESELAMATAN JALAN

  1. Memiliki tujuan yang jelas dalam memberikan kampanye keselamatan jalan, tujuan harus sejalan dengan rencana berdasarkan analisis suatu situasi yang berkaitan dengan keselamatan transportasi jalan.
  2. Target maksimal, mengkhususkan pada kategori pengguna jalan tertentu.
  3. Fleksibel, memiliki rencana statis dalam lingkungan yang dinamis, karena seluruh kalangan masyarakat memiliki perilaku dan kepribadian yang berbeda – beda
  4. Memiliki prinsip dalam kegiatan kampanye keselamatan transportasi jalan.
  5. Memiliki berbagai metode dalam pelaksanaan kampanye keselamatan transportasi.
  6. Terukur, memiliki nilai ukur dalam suatu kegiatan kampanye.


F. MODEL-MODEL KAMPANYE
        Model adalah representasi suatu fenomena, yang nyata ataupun yang abstrak dengan menonjolkan unsur-unsur terpenting fenomena tersebut. (Mulyana, 2000).
Model hanya mengambil aspek dan ciri-ciri tertentu dari realitas yang dianggap umum, penting dan relevan.
Model memiliki manfaat untuk memudahkan pemahaman kita tentang proses berlangsungnya suatu hal.
Tujuan Menggunakan Model kampanye agar dapat memahami fenomena kampanye bukan hanya dari tahapan kegiatannya tetapi juga dari interaksi antar komponen yang terdapat di dalamnya.
Jenis-Jenis Model Kampanye

1. Model komponensial kampanye


Menggunakan pendekatan transmisi (transmission approach) ketimbang interactions approach.
Kampanye merupakan kegiatan yang bersifat persuasif dan sumber secara aktif berupaya mempengaruhi penerima yang berada dalam posisi pasif. Proses bertukar peran selama kampanye berlangsung menjadi sangat terbatas.
Sumber memiliki peran yang dominan untuk menciptakan perubahan pada diri khalayak.
Pesan-pesan disampaikan berbagai saluran komunikasi seperti media massa, media tradisional atau saluran personal.
Umpan balik untuk mengukur efektifitas kampanye dapat muncul dari pesan itu sendiri, saluran yang digunakan atau respon penerima.
Sumber dapat mengidentifikasi potensi gangguan pada semua komponen kampanye yang ada.

2. Model Kampanye Ostegaard oleh Leon ostegaard


Model ini paling sedikit sentuhan ilmiahnya.
Sebuah program kampanye  hendaknya selalu identifikasi masalah secara jernih dan langkah ini disebut tahap prakampanye.
Langkah  pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi masalah faktoral yang dirasakan.
Kemudian dicari sebab-akibat dengan fakta-fakta yang ada.
Tahap kedua, pengelolaan kampanye seluruh isi program diarahkan untuk membekali dan mempengaruhi aspek pengetahuan, sikap dan ketrampilan khalayak sasaran.
Tahapan model Ostegaard
Sikap secara langsung atau tidak langsung dipengaruhi oleh perubahan dalam tataran pengetahuan dan ketrampilan, seketika maupun bertahap. Seandainya bertentangan dengan sikap yang telah mantap, maka perubahan tidak muncul.
Tahap terakhir dari model adalah tahap evaluasi pada penanggulangan masalah. Tahap ini disebut juga tahap pasca kampanye.
Evaluasi diarahkan pada keefektifan kampanye dalam menghilangkan atau mengurangi masalah seperti yang telah diidentifikasikan pada tahap prakampanye.


3. Model Perkembangan Lima Tahap Fungsional  oleh Larson, 1993



Diterapkan pada candicate oriented campaigns, product oriented campaigns atau cause or idea oriented campaigns.
Fokus  model ini adalah pada tahapan kegiatan kampanye, bukan pada proses pertukaran pesan.
Tahap kegiatan meliputi identifikasi, legimatisasi, partisipasi, penetrasi dan distribusi.
Tahap identifikasi merupakan tahap penciptaan identitas kampanye yang dengan mudah dapat dikenali khalayak. Identitas dengan penggunaan simbol, warna, lagu atau jingle, seragam dan slogan.
Legitimasi: Dalam kampanye politik diperoleh ketika seseorang telah masuk dalam daftar kandidat anggota legislatif.
Legitimasi  mereka bisa efektif digunakan dan dipertahankan sejauh mereka dianggap capabel dan tidak menyalahgunakan jabatan.
Dalam kampanye produk, legitimasi ditunjukkan melalui testimoni atau pengakuan konsumen tentang keunggulan produk tertentu.
Tahap ketiga: partisipasi yang bersifat nyata atau simbolik. Partisipasi nyata ditunjukkan oleh keterlibatan orang-orang dalam menyebarkan pamflet, brosur atau poster, menghadiri demonstrasi yang diselenggarakan sebuah lembaga swadaya masyarakat atau memberikan sumbangan untuk perjuangan partai.
Tahap 4 penetrasi
Pada tahap ini seorang kandidat, sebuah produk atau sebuah gagasan telah hadir dan mendapat tempat di hati masyarakat.
Sebuah produk telah menguasai sekian persen dari pangsa pasar yang ada.
Seorang juru kampanye telah berhasil menarik simpati masyarakat dan meyakinkan mereka bahwa ia adalah kandidat terbaik dari sekian yang ada.
Sebuah kampanye yang ditujukan untuk menentang kebijakan pemerintah mendapat liputan media massa secara luas dan mendapat tanggapan serius pemerintah dengan membuka dialog untuk mencari jalan keluar terbaik.
Tahap 5 distribusi
Tahap pembuktian, pada tahap ini tujuan kampanye pada umumnya telah tercapai. Kandidat politik telah mendapatkan kekuasaan yang mereka cari, sebuah produk sudah dibeli masyarakat atau kampanye kenaikan harga tarif tol telah disetujui pemerintah.
Tinggal sekarang bagaimana mereka membuktikan janji-janji mereka saat kampanye. Bila gagal melakukan akibatnya akan fatal bagi kelangsungan jabatan, produk atau gagasan yang telah diterima masyarakat.

4. Model Kampanye Notwak dan Warneryd
Tujuh elemen kampanye

  1. Intendend effect (efek yang diharapkan). Efek yang hendak dicapai harus dirumuskan dengan jelas.
  2. Competiting communication (persaingan komunikasi). Perlu diperhitungkan potensi gangguan dari kampanye yang bertolak belakang (counter campaign).
  3. Communication object (objek komunikasi) Biasanya dipusatkan pada satu hal saja, karena untuk objek yang berbeda menghendaki metode komunikasi yang berbeda. 
  4. Target population & receiving group (populasi target dan kelompok penerima). Dapat diklasifikasikan menurut sulit atau mudahnya mereka dijangkau pesan kampanye.
  5. The Channel (saluran) penggunaannya tergantung karakteristik kelompok penerima dan jenis pesan kampanye. Media dapat menjangkau seluruh kelompok , namun bila tujuannya adalah mempengaruhi perilaku maka akan lebih efektif bila dilakukan melalui saluran antarpribadi.
  6.  The message. Pesan dibentuk sesuai dengan karakteristik kelompok yang menerimanya. Pesan dibagi 3 fungsi: menumbuhkan kesadaran, mempengaruhi serta memperteguh dan meyakinkan penerima pesan bahwa pilihan atau tindakan mereka adalah benar. 
  7. The communicator/sender dapat dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu. Harus memiliki kredibilitas di mata penerima pesannya.
  8. The obtained (Efek yang yang dicapai). Efek kampanye meliputi efek kognitif (perhatian, peningkatan pengetahuan dan kesadaran), afektif (berhubungan dengan perasaan, mood dan sikap) dan konatif (keputusan bertindak dan penerapan). 

G. CONTOH KEGIATAN

1. Kampanye Kewajiban Pengendara Sepeda Motor Menggunakan Helm




2. Kampanye Ketertiban Berlalu lintas





3. Kampanye Safety Riding 



4. Kampanye Tertib Pada Lampu Isyarat Lalu Lintas 





Rabu, 27 Januari 2016

MENDESAIN STIKER KESELAMATAN JALAN

TUGAS MENDESAIN STIKER KESELAMATAN

Mata Kuliah
Teknik Komunikasi Massa
NAMA : Anjasmara Catur Wiguna
NOTAR : 13.I.136
KELAS : MKTJ A / Madya

I.  
DESAIN STIKER

II.  LATAR BELAKANG
Pada saat ini banyak kita jumpai di jalan orang yang menggunakan telepon genggam sambal mengemudi baik berbicara ataupun mengirim pesan singkat. Tidak hanya pengemudi kendaraan roda empat tapi roda dua juga banyak kita lihat melakukan hal yang sama di jalan. Data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyebutkan sepanjang tahun 2010 terdapat 6.000 kasus kecelakaan, dimana 135 kasus akibat sedang menggunakan ponsel.

Jika dilihat dari peraturan perundang-undangan yang berlaku maka hal tersebut telah melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 283 yang menentukan “setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)”.
Selain itu, data yang diperoleh dari Polresta Bandar Lampung terdapat 2 kasus kecelakaan selama bulan september 2012 yang terjadi akibat pengemudi yang menggunakan telepon
genggam saat berkendaraan di jalan raya.
Melihat fakta yang terjadi di Indonesia banyak pengendara kendaraan baik roda dua maupun roda empat mengemudikan kendaraan sambil menelpon maupun mengirimkan pesan singkat. Hampir semua kalangan melakukannya dari orang tua hingga anak muda. Sehingga dalam hal ini perlu adanya sosialisasi keselamatan jalan terhadap pengemudi mengenai bahaya menggunakan telepon genggam saat berkendaraan.
Selain itu pihak penegak hukum memberi sosialisasi mengenai ancaman pidana apabila mengemudi sambal bermain telepon genggam, agar masyarakat luas dapat mengetahui secara pasti peraturan tersebut telah berlaku dan memiliki sangsi yang tegas bagi yang melanggarnya. Menurut data dari kepolisian pada mudik tahun 2011 penggunaan telepon genggam saat berkendara menyumbang 2% dari total kecelakaan lalu lintas.
Berdasarkan data diatas, angka kecelakaan lalu lintas cukup tinggi yang dikarenakan pengemudi menggunakan telepon genggam saat mengemudi baik pengemudi kendaraan roda 2 maupun roda 4.

 PENJELASAN ISI DAN DESAIN STIKER
Desain stiker yang dibuat seperti diatas, mempunyai makna dan tujuan khusus, diantaranya yaitu :
1.   Tulisan “STOP BERMAIN HP SAAT MENGEMUDI!!!”, merupakan kalimat untuk mengingatkan pengemudi maupun pembaca sticker  bahwa ia harus menaruh ponselnya saat mengemudikan kendaraan agar selamat sampai tujuan. Tulisan ini di desain dengan warna merah karena untuk mengingatkan pengemudi maupun pembaca sticker tentang bahaya berkendara sambal bermain ponsel.
2.   Tulisan “MENGEMUDI SAMBIL BERMAIN HP 6 KALI LEBIH BERPOTENSI TERJADI KECELAKAAN!!!”, tulisan ini bertujuan untuk mengingatkan pengemudi maupun pembaca sticker bahwa jika kita bermain ponsel saat mengemudi, risiko terjadi kecelakaan meningkat sebanyak 6 kali. Tulisan ini di desain dengan warna merah karena untuk mengingatkan pengemudi maupun pembaca sticker tentang bahaya berkendara sambil bermain ponsel.
3.   Gambar pada sticker didesain menggunakan gambar kartun dengan tujuan sticker ini bisa ditujukan untuk semua umur, baik anak-anak maupun orang tua.
4.   Logo perhubungan, logo PKTJ, logo BPSDM, dan logo Dekade Aksi Keselamatan bertujuan untuk memberikan identitas stiker, bahwa stiker tersebut dibuat oleh Taruna PKTJ sebagai agen keselamatan yang di didik di dalam lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhuungan dibawah naungan kementerian perhubungan. Stiker ini dibuat sebagai dukungan terhadap program Aksi Keselamatan Jalan Indonesia.


III.         SASARAN
Stiker ini ditujukan untuk seluruh kalangan masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan, baik anak-anak maupun dewasa. Hal ini dapat dilihat dari desain stiker yang menggunakan gambar kartun.

IV.         METODE PEMBERIAN STIKER
Metode pembagian stiker yang akan dilakukan yaitu dibagikan ditempat umum, seperti terminal, stasiun, sekolah-sekolah dan tempat umum lainnya. Metode pembagian stiker ini juga dapat dibagikan melalui kegiatan sosialisasi mengenai keselamatan berlalu lintas.

V.           TEMPAT PEMASANGAN STIKER

Stiker ini diproyeksikan untuk dipasang pada peralatan yang dijumpai setiap hari, seperti laptop, buku, di belakang helm, pintu dan barang lain yang digunakan setiap hari. Pemasangan pada benda-benda tersebut diharapkan akan dibaca setiap hari sehingga secara sugestif pembaca akan berhenti atau tidak bermain ponsel saat mengendarai kendaraan.

Rabu, 06 Januari 2016

Harap Waspada!! Jalan Tegal-Purwokerto Belum Ada Marka

Bersamaannya liburan semester pelajar baik SD, SMP, maupun SMA dan libur natal, membuat volume kendaraan meningkat pada ruas jalan Tegal-Purwokerto. Namun peningkatan volume kendaraan yang sangat tinggi bersamaan dengan proyek perbaikan jalan (pelebaran jalan dari Tonjong-Paguyangan) menyebabkan penumpukan kendaraan yang menyebabkan kemacetan lalu lintas, sehingga waktu perjalanan menjadi lebih lama. Hal ini disebabkan oleh benyaknya kendaraan pribadi dari Jakarta yang akan berlibur ke arah jawa timur.
 Pengendara kendaraan yang melintas di jalan ruas Tegal-Purwokerto harus lebih berhati-hati ketika melintasi wilayah Kecamatan Tonjong, kecamatan Bumiayu, dan kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Pasalnya, badan jalan yang baru diperlebar belum diberi marka atau garis putih pembatas jalan.



Seperti yang kita tahu, marka merupakan perlengkapan jalan yang sangat penting untuk menunjang keselamatan saat berlalu lintas di jalan. Hal ini karena fungsi marka sebagai petunjuk bagi pengemudi untuk mengetahui batas tepi serta batas tengan jalan yang dilalui. Selain itu marka juga berfungsi sebagai larangan, seperti marka yang tidak putus-putus berarti pengemudi tidak boleh menyalip kendaraan lain. Marka tidak putus-putus biasanya terdapat pada tikungan, jembatan, maupun di ruas jalan yang memiliki potensi kecelakaan saat kendaraan menyalip.
Tidak adanya marka membuat batas lajur kanan dan kiri tidak jelas. Pengendara terkadang terlalu kekanan ketika melajukan kendaraanya, sehingga hal tersebut sangat berbahaya jika sewaktu-waktu ada kendaraan lain yang melintas dari arah berlawanan.
Kondisi tersebut semakin berbahaya ketika malam hari. Hal tersebut dikarenakan jalur tersebut tidak didukung dengan penerangan jalan yang memadai. Kondisi tersebut membuat jalan yang baru saja diaspal tidak terlihat dengan jelas.
Seperti yang kita tahu, kondisi terrain atau tepi jalan pada jalan di kecamatan tonjong merupakan jurang dengan kedalaman lebih dari 15 meter dan rawan longsor. Oleh karena itu pengemudi harus lebih berhati-hati saat melintasi daerah tersebut.

Oleh karena itu untuk pengemudi harus lebih berhati-hati saat berkendara untuk mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas dijalan raya.

Sabtu, 04 Juli 2015

BAHAYA MENGGUNAKAN HP SAAT MENGEMUDI

Kita tentu sering melihat ada orang berkendara tapi tangannya juga asyik memencet keyped HPnya. Saking asyiknya tidak jarang yang perlahan tapi pasti membawa kendaraannya ke tengah jalan. Orang-orang yang egois ini tidak pernah memikirkan akibat dari perbuatan tersebut dapat melukai atau bahkan menghilangkan nyawa seseorang.

HP sangat berbahaya karena menggunakan hp saat mengemudi otak pengemudi bisa dipaksa untuk berpikir hal penting lainnya. Karena pengemudi memiliki keterbatasan dalam menerima dan mengolah informasi, HP menyebabkan adanya distraksi attensi (gangguan kefokusan) sehingga konsentrasi menjadi terpecah dan tidak fokus ke jalan raya, akibatnya mengurangi kestabilan dalam mengendalikan kendaraan. Apalagi ketika sedang sms, maka tingkat kefokusan akan lebih fokus ke HP dibandingka fokus ke jalan.


Coba kita bayangkan seandainya ketika sedang mengemudi kendaraan dengan kecepatan cukup tinggi dan HP tiba-tiba berbunyi atau bergetar. Secara otomatis kita akan segera mengangkat telepon tersebut. Jangankan dengan kecepatan cukup tinggi,yang pelan–pelan saja kita harus tetap fokus dan konsentrasi penuh ketika mengemudi untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan.
Sebenarnya di Indonesia sudah ada undang-undang yang mengaturnya yaitu Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan  Pasal 106 Ayat 1 yang berbunyi "Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi".

Adapun penjelasan dengan penuh konsentrasi dijelaskan bahwa Yang dimaksud dengan ”penuh konsentrasi” adalah setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di Kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan Kendaraan.

Hukuman bagi pengemudi yang melanggar pasal tersebut tertuang dalam Pasal 283 yang berbunyi "Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)".

Patuhilah setiap peraturan lalu lintas, Semenarik apapun menggunakan telepon genggam (HP) dan sepenting apapun informasi yang akan didapat melalui telepon genggam, bukankah masih jauh lebih menarik dan penting keselamatan anda dan pengguna jalan yang lain??
jikapun panggilan tersebut sangat penting anda bisa menepi sejenak untuk mengangkat telepon. hal itu lebih berkeselamatan daripada menerima telepon sambil berkendara.

FAKTOR PENYEBAB
  • Kebiasaan masyarakat berkendara sambil bermain telepon genggam.
  • Kurang kedisiplinannya masyarakat.
  • Kurangnya sosialisasi mengenai larangan-larangan yang terdapat pada UU mengenai aturan berkendara.
  • Kurangnya kesadaran masyarakat akibat dan dampak perbuatannya tersebut.



SOLUSI
  • Pihak penegak hukum seharusnya lebih tegas dalam menanggapi kasus seperti ini, sering diadakan razia dan lebih diperketat lagi.agar orang-orang akan jera sehingga tidak mengulanginya lagi.
  • Dibuat rambu-rambu dan di beri tulisan peringatan akan bahaya perilaku tersebut.
  • Peringatan tidak hanya melalui tulisan atau poster dijalan,tetapi juga bisa melalui media massa,seperti radio,koran,TV,bahkan internet.
  • Diadakannya sosialisasi terhadap masyarakat akan bahaya mengemudi sambil bermain telepon genggam. 

Kamis, 02 Juli 2015

CARA UNTUK MENINGKATKAN KESELAMATAN DI JALAN



1.   Pembatasan Kecepatan

Kecepatan berpengaruh baik risiko kecelakaan maupun akibat kecelakaan. Pada 35 mph (56 km / h) Anda berpeluang dua kali lebih besar untuk membunuh seseorang dibandingkan pada kecepatan 30 mph (48 km / jam). Di Eropa saja, mengemudi sesuai dengan batas kecepatan dan mengenakan sabuk pengaman dapat menyelamatkan sekitar 12.000 nyawa dan mencegah cedera 180.000 per tahun.
Ada berbagai cara untuk mengurangi kecepatan kendaraan, undang-undang, desain jalan, dan penegakan hukum (kamera radar speed misalnya). Intellegent Speed Adaptation (ISA) merupakan sebuah sistem di mana kendaraan tahu batas kecepatan kendaraan di jalan, dan akan mengaktifkan sinyal visual dan audio jika kecepatan melampaui batas.
Sebuah proyek ISA dilakukan di Swedia selama tiga tahun, dengan berbagai sistem dipasang di 5000 mobil, bus dan truk. Swedish National Road Administration melaporkan bahwa mereka bisa mengurangi cedera kecelakaan sebesar 20% sampai 30% di daerah perkotaan. (Sumber: Shutterstock)

2.   Kenakan Sabuk Pengaman



Berbagai fitur keselamatan seperti airbag dan alat elektronik canggih terus ditingkatkan untuk membantu Anda tetap aman di dalam mobil Anda.
Mungkin perangkat keselamatan terbaik yang pernah dikembangkan adalah sabuk pengaman. Sabuk pengaman dapat mengurangi risiko kematian dalam tabrakan hingga 60%.
Peraturan wajib memakai sabuk pengaman di banyak negara telah meningkat penggunaannya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa di Inggris, penggunaan sabuk pengaman depan meningkat dari 37% menjadi 95% setelah peraturan wajib memakai sabuk pengaman, diikuti dengan penurunan sebesar 35% korban cedera akibat kecelakaan  lalu lintas.

3.   Gunakan Child Safety Seats




Penggunaan kursi keselamatan untuk anak telah terbukti mengurangi risiko kematian kendaraan sebesar 71% pada anak-anak, dan 54% untuk anak usia 1-4 tahun, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).
Biaya dan ketersediaan menjadi hambatan untuk menggunakan kursi keselamatan anak di negara berkembang.
4.   Memakai Helm




Untuk pengendara sepeda, helm adalah perlindungan yang paling efektif apabila terjadi kecelakaan. Helm dapat mengurangi risiko cedera kepala dan otak hingga 88%.
Helm juga sangat penting untuk pengendara sepeda motor, terutama di negara-negara berkembang di mana penggunaan sepeda motor sangat tinggi dan penggunaan helm rendah. Misalnya, di Thailand, setahun setelah peraturan wajib memakai helm dilakukan, penggunaan helm meningkat lima kali lipat, sementara cedera kepala sepeda motor mengalami penurunan sebesar 41% dan kematian sebesar 21%, menurut penelitian yang laporkan oleh WHO.

5.   Mobil driverless/ auto driving



Human error adalah penyebab terbesar atas kecelakaan di jalan. Jika Anda menghapus variabel itu, jalan kita berpotensi menjadi jauh lebih aman. Penelitian desain untuk mobil yang menngendarai diri mereka sendiri terus dilakukan. Kendaraan yang dikemudikan secara otomatis bisa meningkatkan arus lalu lintas, mengurangi kecelakaan, dan meningkatkan efisiensi bahan bakar.

6.   Pentingnya Pendidikan, Informasi, dan Publisitas untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat


Menurut Departemen Transportasi Inggris, Anda empat kali lebih mungkin untuk kecelakaan ketika menggunakan ponsel saat mengemudi. Poster ini hanya sebagian kecil dari kampanye yang diluncurkan oleh Pemerintah Inggris untuk meningkatkan perilaku pengguna jalan.

7.   Peningkatan visibilitas



Banyak kecelakaan terjadi akibat pengguna jalan tidak melihat satu sama lain. Rendahnya visibilitas adalah masalah serius di negara berpenghasilan rendah dan negara-negara berpenghasilan menengah, di mana penerangan jalan di malam hari tidak memungkinkan pengguna jalan melihat dengan jelas.
WHO merekomendasikan untuk melaksanakan daytime running lights untuk pengendara sepeda motor, yang dapat mengurangi kecelakaan akibat kurangnya visibilitas hingga 15 persen. Selanjutnya, pengendara sepeda harus melindungi diri dengan memakai pakaian yang berwarna cerah dan dilengkapi reflektor. Hal ini bertujan untuk meningkatkan visibilitas mereka di siang hari dan dalam kegelapan. Pengendara sepeda harus menggunakan reflektor pada roda, dan lampu sepeda.


8.   Menghukum Orang Mabuk yang Berkendara

Nol toleransi untuk pengemudi yang mabuk sambil mengemudi membantu mengurangi kecelakaan lalu lintas. Pengurangan tingkat alkohol dalam darah dari 0,10 persen menjadi 0,05 persen mengurangi 2/3 risiko kecelakaan.

9.   Meningkatkan Infrastruktur Jalan



Sistem lalu lintas jalan modern dan desain pinggir jalan dapat secara signifikan mengurangi cedera dalam peristiwa kecelakaan. Bundaran, misalnya, dapat mengurangi tabrakan hingga 40%, cedera serius dan kematian hingga 90%. Perbaikan lain yang perlu dilakukan adalah perbaikan pada fasilitas penyeberangan bagi pejalan kaki,  dan penerangan jalan yang memadai.

10.                Driver assistance systems


Perusahaan mobil terus mengembangkan fitur keselamatan yang terintegrasi yang intuitif yang dapat membantu mengurangi beberapa risiko kecelakaan akibat human error. Selain fitur yang ada seperti sabuk pengaman, cruise control dan airbag, teknologi yang lebih canggih seperti sensor gerak, detektor alkohol, bahkan kendaraan yang dapat berkomunikasi satu sama lain, adalah teknologi untuk meningkatkan  keselamatan jalan.

TIPS MENGEMUDI SAAT HUJAN

Periksalah ban anda dengan teratur


Selalu cek ban anda sebelum mengemudi. Periksalah hal berikut dengan cermat: Jaga tekanan udara ban. Tekanan udara yang betul diatur oleh pabrik mobil dan dapat ditemukan di balik pintu, kotak samping pintu, kotak dashboard atau pintu bahan bakar. Juga tertulis di buku manual. Angka yang tercetak di sisi ban bukan tekanan udara yang di rekomendasikan bagi ban anda…hal itu adalah kemampuan ban menerima beban maksimal tekanan udara. Anda harus melakukan pengecekan tekanan setidaknya sekali sebulan. Cek juga kedalaman tapak. Tapak yang baik akan melindungi anda dari tergelincir/slip dan aquaplaning/genangan/banjir.
Saat hujan turun, air akan bercampur dengan kotoran, minyak yang membuat jalan menjadi licin dan mudah tergelincir. Cara terbaik menghindarinya dengan mengemudi perlahan-lahan. Hal ini akan mempermudah ban anda menyesuaikan dengan perubahan cuaca, untuk daya cengekeram lebih baik.



Mengendalikan mobil saat tergelincir


Tergelincir dapat terjadi pada semua pengemudi. Apabila anda mengalaminya, ingatlah untuk tidak menginjak rem mendadak. Jangan menginjak rem berulang-ulang bila mobil ande dilengkapi anti-lock braking system (ABS). Melainkan, injaklah rem dengan hati-hati dan tekanan yang tepat agar stir dan rem dapat menyesuaikan dengan keadaan saat tergelincir.



Jaga jarak dengan kendaraan di depan


Mengemudi saat jalan basah disarankan agar berhati-hati – stir, (clutch), rem dan pedal gas – dan hal-hal yang membahayakan. Saat anda memulai perjalanan dalam cuaca hujan, sepatu anda bisa basah dan licin saat menginjak pedal gas. Keringkan alas kaki anda sebelum mengendarai mobil.Kendaraan harus dalam kondisi baik, ceklah kondisi lampu besar, lampu samping, lampu rem dan sistim indicator bekerja baik. Saat hujan melakukan pengereman akan menjadi tiga kali lebih lama dibandingkan saat kering/panas. Perhatikan jarak kendaraan, karena anda perlu berada di belakang mobil yang berada dihadapan anda dengan jarak lebih jauh. Jagalah jarak setidaknya dua mobil di depan anda sehingga terdapat jarak yang cukup.



Ikutilah jalur kendaraan di depan anda


Hindari menggunakan rem. Berusahalah untuk mengurangi kecepatan dengan mengurangi tekanan pada pedal gas. Nyalakan lampu besar, sekalipun hujan rintik2. Bukan hanya anda yang akan mudah melihat, namun kendaraan lain juga akan mudah melihat anda.



Persiapkan perjalanan anda


Mengemudi saat hujan memerlukan perlakuan yang hati-hati terhadap alat-alat penting dalam mengemudi – stir – (clutch), rem dam pedal gas – dan kemungkinan kesalahan lain yang bisa terjadi. Saat anda memulai perjalanan dalam kondisi hujan, alas sepatu anda bisa saja basah dan licin saat menginjak pedal gas. Keringkan alas sepatu anda sebelum mulai mengemudi. Lakukan pengecekan rutin pada fungsi lampu besar, lampu samping, lampu rem dan sistim indicator bekerja dengan baik.



Bila hujan lebat, berhentilah !


Hujan lebat dapat mengganggu wiper anda, air hujan yang deras akan menutup kaca depan mobil anda. Saat pendangan menjadi terbatas dan anda tidak dapat melihat bahu jalan atau kendaraan lain dengan jarak yang aman, saatnya anda untuk menepi dan menunggu hujan reda. Berhentilah pada tempat yang aman dan tepat. Bila harus berhenti di bahu jalan, berhentilah secepatnya dan tunggu hingga badai mereda. Tetap nyalakan lampu besar dan lampu hazard agar mudah terlihat kendaraan lain.



Hujan pertama membuat jalan sangat licin


Hujan pertama membuat sulit mengemudi, karena tanah, minyak dari jalan bercampur dengan air dan membentuk lapisan yang licin. Pengemudi yang berpengalaman akan mengurangi kecepatan, dan berhati-hati pada saat-saat awal hujan turun.



Udara mendung mengurangi jarak pandang


Berhati-hatilah saat melewati kendaraan lain. karena saat jarak pandang sangat kurang dapat menyebabkan kita tidak terlihat oleh kendaraan dari arah berlawanan. untuk menjaga faktor keamanan nyalakan lampu utama saat kondisi seperti ini.



Keringkan rem anda setelah terkena air


Bila saat anda mengemudi melewati genangan air yang cukup dalam, rem anda akan basah, ijaklah rem anda perlahan untuk mengeringkannya.



Jangan mengemudi bila lelah


Berhentilah setidaknya beberapa jam setelah mengemudi untuk beristirahat. waktu mengemudi maksimal pengendara adalah 4 jam. apabila berkendara lebih dari 4 jam, maka resiko kecelakaan akan semakin meningkat.